Indonesia kini menempati posisi lima besar destinasi wisata kuliner di Asia, menurut data terbaru platform perjalanan digital Agoda untuk periode Juni–Juli 2025. Daftar tersebut menempatkan Jepang di urutan pertama, disusul Thailand, Vietnam, kemudian Indonesia dan Malaysia di peringkat kelima. Kabarnya, wisata kuliner kini menjadi magnet utama bagi wisatawan Asia—sebuah tren yang kian digemari.
Laporan yang dikutip oleh Travel Daily News melalui Agoda itu semakin mempertegas bahwa pengalaman gastronomi otentik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan alasan utama perjalanan. Wisata kuliner masuk dalam lima kategori wisata terpopuler, sejajar dengan pengalaman lokal dan tur mendalam. Wakil Presiden Senior Bidang Pasokan Agoda, Andrew Smith, menyampaikan bahwa wisatawan lebih aktif mencari destinasi dengan kekayaan budaya kuliner yang mendalam—sebuah sinyal positif bagi pelaku industri perhotelan dan gastronomi.

Sementara itu, data dari TasteAtlas Awards 2024/2025 mengukuhkan prestasi kuliner Indonesia secara global: Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-7 dunia secara keseluruhan, sekaligus menyandang titel sebagai negara dengan kuliner terbaik di Asia dengan skor 4,48. Ini menegaskan dominasi Nusantara di peta gastronomi benua Asia.
Di sisi kota, Jakarta tampil menonjol: berdasarkan TasteAtlas Awards 2024/2025, ibu kota berhasil menjadi kota dengan kuliner terbaik di Asia Tenggara, meraih peringkat ke-16 dunia dengan skor rata-rata 4,69. Hidangan ikonik seperti nasi uduk, gado-gado, bubur ayam, soto Betawi, dan bakso menjadi daya tarik utama.

Kuliner favorit di Indonesia
Berbicara tentang wisata kuliner paling favorit di Indonesia, beberapa hidangan tradisional kerap menjadi primadona global. Contohnya, nasi goreng menempati posisi kedua dalam jajak pendapat ‘World’s 50 Most Delicious Foods’ versi CNN International pada 2011. Selain itu, ikan bakar juga diakui sebagai salah satu hidangan laut terbaik dunia menurut TasteAtlas pada 2024. Tak hanya itu, rendang, sate, soto, dan gado-gado menjadi bagian dari lima kuliner unggulan yang didorong pemerintah untuk promosi global lewat program “Indonesia Spice Up The World.”
Bakal jadi tren
Melihat momentum tersebut, wisata kuliner diperkirakan akan tetap menjadi tren utama dalam industri pariwisata global, bahkan domestik. Agoda mencatat kolaborasi hotel dengan resto lokal, kreasi paket kuliner eksklusif, serta panduan gastronomi lokal sebagai strategi utama meningkatkan daya tarik destinasi. Pemerintah juga telah memasang ambisi besar: menargetkan wisata gastronomi sebagai pemicu utama bagi 35% turis asing datang ke Indonesia pada 2030, serta memberi kontribusi signifikan terhadap PDB. Dengan kombinasi kelezatan lokal yang mendunia, semangat promosi yang kuat, dan tren perjalanan yang mencari pengalaman otentik—masa depan wisata kuliner Nusantara terlihat sangat menjanjikan.
