Siap-Siap! Tiket dengan Kursi Berdiri di Pesawat Bakal Segera Berlaku

Kursi berdiri di pesawat

Beberapa maskapai penerbangan berbiaya rendah mulai menggulirkan wacana penerapan kursi berdiri (standing seats) bagi penumpang. Gagasan ini bertujuan menekan biaya operasional dan memungkinkan maskapai mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu penerbangan. Maskapai yang secara terbuka mempertimbangkan skema ini antara lain Ryanair dari Irlandia, serta maskapai asal Italia, VivaColombia. Wacana ini pertama kali mencuat lebih dari satu dekade lalu, namun kembali mencuri perhatian setelah adanya uji coba desain baru dari produsen kursi pesawat seperti Aviointeriors asal Italia.

Ryanair menjadi salah satu pelopor gagasan ini sejak 2010, meski hingga kini belum direalisasikan secara resmi. Sementara itu, Aviointeriors meluncurkan desain kursi berdiri bernama “Skyrider” yang dipamerkan pada berbagai ajang pameran industri penerbangan. Desain tersebut memungkinkan konfigurasi tempat duduk yang sangat rapat, menyerupai posisi duduk setengah berdiri seperti pada sepeda motor. VivaColombia juga menyatakan minat untuk menerapkan model ini, dengan mempertimbangkan rute-rute jarak pendek yang berdurasi di bawah 90 menit.

Penerapan kursi berdiri ini disebut sebagai langkah inovatif untuk menekan harga tiket. Dengan mengurangi ruang yang dibutuhkan per penumpang, maskapai dapat menambah kapasitas hingga 20 persen. Hal ini membuat harga tiket menjadi lebih murah, yang menjadi daya tarik utama bagi maskapai berbiaya rendah dan penumpang yang sangat sensitif terhadap harga. Selain itu, kursi ini juga lebih ringan, sehingga bisa mengurangi konsumsi bahan bakar.

Kursi berdiri di pesawat

Meski demikian, wacana ini menuai pro dan kontra. Banyak pihak mempertanyakan aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang. Hingga saat ini, regulasi dari otoritas penerbangan seperti European Aviation Safety Agency (EASA) dan Federal Aviation Administration (FAA) masih menjadi penghalang utama penerapan kursi berdiri. Kedua badan tersebut belum memberikan persetujuan karena masih mengkaji aspek keselamatan dan kelaikan udara.

Belum ada tanggal pasti kapan kursi berdiri akan mulai digunakan secara komersial, namun berbagai pihak di industri penerbangan memprediksi bahwa bila regulasi sudah disesuaikan, implementasi bisa terjadi dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, maskapai-maskapai yang tertarik masih menunggu lampu hijau dari otoritas sebelum melangkah lebih jauh. Wacana ini menjadi contoh bagaimana industri penerbangan terus mencari cara inovatif untuk tetap kompetitif di tengah tekanan biaya dan tuntutan konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *