Stop! Jangan Self-Diagnosis Gejala Kesehatan Sendiri, Meski Gampang

cemas

Belakangan ini kita dengan mudah menemukan konten terkait kesehatan yang dibagikan oleh akun media sosial dan media online. Konten tersebut memaparkan gejala, penyebab hingga pengobatan dari kesehatan yang terganggu, padahal belum tentu benar dan akurat loh.

Memang secara umum, kita terbiasa mencari permasalahan kesehatan melalui media online atau media sosial, karena banyak informasi yang bisa kita dapatkan di sana. Tetapi, seringkali setelah melihat konten atau membacanya, jadi melakukan self-diagnosis, padahal belum tentu benar gejala dan pengobatan yang kita baca tersebut.

Self-diagnosis adalah mendiagnosis diri sendiri mengidap sebuah gangguan atau penyakit berdasarkan pengetahuan diri sendiri atau informasi yang didapatkan secara mandiri. Melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan sepotong gejala, akan membuat kita tidak melihat gambaran utuh.

konsultasi dokter

Ada beberapa alasan mengapa kita tidak boleh melakukan ini. Pertama, ingatlah bahwa tidak semua penyakit sama. Ada berbagai jenis gangguan kesehatan dan masing-masing punya gejala sendiri. Beberapa bahkan mirip atau tumpang tindih, bisa juga karena disebabkan oleh kelainan lain.

Profesional di bidang kesehatan pun baru bisa memastikan diagnosa setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian mendalam, sebelum akhirnya menentukan pengobatan yang tepat. Selain itu, mendiagnosis diri sendiri juga berdampak negatif bagi mental. Kita mungkin akan merasa malu, mengisolasi diri, dan merasa kesehatan kita dalam kondisi kritis.

Lebih dari itu, mendiagnosis diri sendiri juga memperbesar rasa cemas dan depresi, meningkatkan risiko menyakiti diri, bahkan bunuh diri, jangan sampe deh ya.

Itu sebabnya percayalah dengan profesional dalam bidang kesehatan, seperti dokter atau psikolog hingga psikiater yang memang memiliki keahlian dan pendidikan yang telah teruji secara ilmiah di bidangnya.

Boleh saja kita mencari informasi dan referensi dari internet atau media sosial, namun informasi itu untuk mengetahui gejala awal dan apa yang harus dibahas ketika konsultasi dengan ahli di bidangnya. Jadi, kita harus lebih bijak lagi mencari informasi ya. (fid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *