Sejumlah pengguna Windows 11 dibuat panik setelah menginstal pembaruan seri KB5063878 dan KB5062660 yang dirilis Agustus ini. Alih-alih meningkatkan keamanan, update ini justru diduga membuat SSD mereka rusak. Beberapa drive dilaporkan “menghilang” dari File Explorer, bahkan tak lagi terbaca di BIOS, hingga menimbulkan kekhawatiran akan kehilangan data penting.
Masalah ini pertama kali mencuat di forum-forum teknologi, ketika sejumlah pengguna melaporkan drive mereka tiba-tiba tak terdeteksi setelah melakukan transfer file berukuran besar. Pengujian independen menemukan dari 21 SSD, 12 sempat tidak dapat diakses, sementara satu model — Western Digital SA510 2TB — dilaporkan rusak permanen. Yang mengejutkan, masalah ini tak terbatas pada satu merek, melainkan juga menimpa produk Corsair, SK Hynix, SanDisk, Kioxia, dan lainnya.

Seorang pengguna menulis di forum Windows Central: “Updated my Windows 11 yesterday, no SSD was being seen… after restart it came back miraculously.” Namun, tidak semua beruntung. Beberapa drive benar-benar tak kembali, meski sudah dicoba berkali-kali. Hal ini menimbulkan kecemasan besar, terutama bagi mereka yang menyimpan data kerja dan pribadi tanpa cadangan.
Microsoft akhirnya angkat bicara. Perusahaan telah menyadari laporan kerusakan tersebut dan kini tengah melakukan investigasi bersama mitra industri. “Kami sedang meninjau laporan yang masuk untuk memastikan solusi yang tepat,” demikian pernyataan Microsoft. Phison, produsen controller SSD yang banyak digunakan, juga mengonfirmasi sedang menyelidiki kasus ini.
Sambil menunggu solusi resmi, para pakar menyarankan pengguna untuk tidak memasang pembaruan KB5063878 maupun KB5062660, atau segera menghapusnya bila sudah terlanjur terinstal. Mereka juga mengimbau agar menghindari aktivitas berat seperti memindahkan file berukuran besar hingga Microsoft merilis patch baru. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembaruan perangkat lunak sekalipun bisa berdampak langsung pada perangkat keras, dan pengujian mendalam seharusnya jadi prioritas sebelum rilis.
Langkah Antisipasi
Berikut 5 langkah antisipasi yang bisa dilakukan pengguna untuk mengurangi risiko kerusakan SSD akibat update Windows 11 bermasalah:
- Tunda atau Hentikan Update Bermasalah
Jangan langsung menginstal update KB5063878 atau KB5062660 sampai ada patch resmi dari Microsoft. Jika sudah terlanjur terpasang dan mengalami masalah, segera uninstall update melalui Settings > Windows Update > Update History. - Rutin Membuat Backup Data
Simpan data penting di media eksternal (HDD/SSD eksternal) atau layanan cloud seperti OneDrive, Google Drive, atau Dropbox. Dengan begitu, jika SSD bermasalah, data tidak ikut hilang. - Hindari Transfer File Berukuran Besar
Selama belum ada perbaikan resmi, sebaiknya jangan melakukan aktivitas berat seperti memindahkan file di atas 50 GB atau menginstal game besar yang dapat memicu crash pada SSD. - Gunakan Disk Health Monitoring Tools
Gunakan software seperti CrystalDiskInfo, HWMonitor, atau aplikasi bawaan produsen SSD untuk memantau kesehatan perangkat secara rutin. Jika ada tanda-tanda abnormal (misalnya suhu naik drastis atau error log muncul), segera hentikan penggunaan berat. - Aktifkan System Restore & Buat Recovery Drive
Pastikan fitur System Restore aktif agar bisa kembali ke kondisi sebelum update bermasalah. Selain itu, buat USB recovery drive sehingga perangkat tetap bisa di-boot jika SSD tiba-tiba tidak terdeteksi.
